Abstrak
Peningkatan emisi karbon dari sektor transportasi mendorong pemerintah Indonesia untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik, khususnya motor listrik berbasis baterai (KBLBB). Dua sistem utama yang digunakan adalah baterai charging dan baterai swapping, yang masing-masing menawarkan kemudahan dan pengalaman penggunaan berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor psikologis yang memengaruhi intensi konsumen dalam menggunakan motor listrik berdasarkan preferensi sistem baterai yang dipilih. Model penelitian dikembangkan dari Theory of Planned Behavior (TPB) yang diperluas dengan konstruk perceived benefits dan knowledge, dan dianalisis menggunakan Multigroup Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) terhadap 711 responden di Provinsi Jawa Timur (365 preferensi charging, 346 preferensi swapping). Hasil penelitian menunjukkan bahwa attitude dan perceived behavioral control berpengaruh signifikan terhadap intention di kedua kelompok (p < 0.05). Sementara Knowledge memiliki pengaruh lebih kuat terhadap attitude pada kelompok charging (p = 0.018), sedangkan perceived benefits dan subjective norm menunjukkan pengaruh lebih besar pada kelompok swapping (p < 0.05). Nilai SRMR = 0.067 dan NFI = 0.806 menunjukkan bahwa model memiliki acceptable fit. Temuan ini menunjukkan bahwa preferensi sistem baterai berperan sebagai variabel moderator, yang memengaruhi kekuatan hubungan di antara konstruk perilaku. Hasil penelitian ini bagi pemerintah, produsen, dan penyedia infrastruktur memberikan insight mengenai pentingnya merancang strategi berbasis preferensi sistem baterai konsumen. Dimana, pengguna charging memerlukan edukasi teknis, dukungan home charging, dan insentif tarif listrik, sedangkan pengguna swapping membutuhkan perluasan stasiun swap, standar interoperabilitas, dan kampanye sosial. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan model perilaku adopsi EV serta rekomendasi praktis untuk mempercepat penetrasi motor listrik di Indonesia
Kata Kunci: Baterai motor listrik, intensi konsumen, Multigroup PLS-SEM.