Informasi Lainnya
Abstraksi
Kecelakaan kerja masih kerap terjadi di proyek konstruksi meskipun penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) telah diwajibkan, terutama pada pekerjaan berisiko tinggi di ruang terbatas (confined space). Pada aktivitas pemeliharaan pipa di PT Kilang Pertamina RU IV Cilacap, berbagai potensi bahaya seperti keberadaan gas berbahaya, ventilasi yang kurang memadai, ruang kerja yang sempit, penggunaan peralatan yang menghasilkan percikan api, serta ketidakpatuhan pekerja terhadap prosedur keselamatan berkontribusi terhadap meningkatnya risiko kecelakaan. Kondisi tersebut diperparah oleh faktor kelelahan, kurangnya pengawasan, dan perilaku kerja tidak aman. Data pada tahun 2023 menunjukkan bahwa insiden kerja tetap terjadi meskipun investigasi telah dilaksanakan. Untuk itu, diperlukan analisis yang lebih komprehensif terhadap potensi bahaya dan risiko kerja. Penelitian ini menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) untuk mengidentifikasi bahaya, menilai tingkat risiko, dan merumuskan langkah pengendalian. Hasil analisis menunjukkan terdapat 12 kegiatan kerja yang ditelaah dan ditemukan 37 potensi hazard sepanjang proses pekerjaan. Dari total tersebut, hanya 12 potensi bahaya yang masuk dalam kategori harus ditangani segera dan memerlukan tindakan mitigasi. Temuan ini menegaskan perlunya penguatan pengawasan, peningkatan kepatuhan prosedur K3, optimalisasi penggunaan APD, serta perbaikan pengendalian teknis dan administratif guna menurunkan risiko kecelakaan pada pekerjaan berisiko tinggi di ruang terbatas.<br />
<strong>Kata Kunci: </strong><em>Confined Space, </em>HIRARC, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Kecelakaan Kerja, Risiko Kerja<br />
<br clear="all" />
<br />
- BAK3QAB3 - KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA & LINGKUNGAN INDUSTRI OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY & INDUSTRIAL ENVIRONMENT
Koleksi & Sirkulasi
Tersedia 1 dari total 1 Koleksi