Informasi Lainnya
Abstraksi
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh proses pengelolaan aduan pada Lapak Aduan Banyumas (LAB) yang masih dilakukan secara manual dari media sosial ke <i>Website </i>Lapak Aduan Banyumas sehingga berpotensi terjadinya inefisiensi dan <i>human error</i>. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi faktor utama dari peran pemerintah yang dapat memengaruhi tingkat keberhasilan implementasi <i>Website</i> Lapak Aduan Banyumas serta menganalisis tingkat keberhasilan proses integrasi aduan secara otomatis. Metode yang digunakan adalah kombinasi <i>Garuda Smart City Model</i> (GSCM) dan <i>Technology-Organization-Environment</i> (TOE) melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian secara kuantitatif menunjukkan bahwa indikator TIK (84%), SDM (85%), Organisasi (88%), Tata Kelola (90%), dan Lingkungan Eksternal (90%), yang semuanya masuk dalam kategori <i>Smart</i>. Secara kualitatif, infrastruktur TIK sudah memadai tetapi masih memerlukan optimalisasi <i>bandwidth</i> serta otomatisasi <i>input</i> aduan untuk meminimalisir kesalahan (<i>human error</i>). Alur proses integrasi aduan kanal lain ke dalam <i>Website </i>Lapak Aduan Banyumas dinilai sudah berhasil tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa proses integrasi aduan tersebut dapat menyebabkan kesalahan dalam penulisan detail aduan serta kemungkinan adanya duplikasi aduan yang masuk. Faktor kunci keberhasilan tersebut adalah ketersediaan infrastruktur TIK, regulasi dan SOP yang kuat, serta kompetensi sumber daya manusia yang memadai. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Pemerintah Kabupaten Banyumas telah berperan aktif dan berhasil mengimplementasikan Lapak Aduan Banyumas.<strong>Kata Kunci</strong>: GSCM, lapak aduan banyumas, peran pemerintah, smart city, TOE
- BBK3JAB3 - Tata Kelola dan Manajemen Teknologi Informasi
- BZK4BAA4 - TUGAS AKHIR
Koleksi & Sirkulasi
Tersedia 1 dari total 1 Koleksi