Informasi Lainnya
Abstraksi
Tingginya konsumsi perhiasan emas di Indonesia mencerminkan minat masyarakat, khususnya perempuan Muslim dewasa awal (usia 20–40 tahun), terhadap perhiasan yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga bermakna dan sesuai dengan nilai-nilai budaya serta ajaran Islam. Namun, sebagian besar desain perhiasan yang beredar masih berfokus pada estetika tanpa menggali potensi budaya lokal dan nilai spiritual. Permasalahan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kebutuhan konsumen Muslim modern dengan ketersediaan produk yang mencerminkan identitas mereka. Salah satu warisan budaya yang memiliki potensi besar untuk diangkat ke dalam desain perhiasan adalah motif ragam hias dari Kompleks Makam Sunan Drajat, yang kaya akan nilai filosofis dan keunikan visual. Penelitian ini menawarkan solusi berupa perancangan set perhiasan yang mengadaptasi dari motif yang ada pada komplek tersebut dan sesuai syariat. Hasilnya adalah set perhiasan yang terdiri dari bros, pendant, cincin, gelang. Kontribusi utama penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan desain perhiasan etnik-Islami yang mampu bersaing di pasar fesyen Muslim sekaligus menjadi media pelestarian budaya lokal.<br />
<strong>Kata Kunci</strong>: Motif, Perhiasan, Sunan Drajat<br />
Koleksi & Sirkulasi
Tersedia 1 dari total 1 Koleksi