Abstrak
Halal blood supply chain merupakan rangkaian proses pengelolaan darah yang harus memenuhi prinsip halal dan thayyib untuk menjaga kualitas dan keamanan darah. Penelitian ini dilakukan untuk memetakan risiko pada rantai pasok darah di UDD PMI Banyumas dan merumuskan tindakan mitigasi yang relevan dengan kondisi operasional unit tersebut. Pemetaan aktivitas rantai pasok dilakukan menggunakan kerangka Supply Chain Operations Reference (SCOR), yang terdiri atas proses Plan, Source, Make, Deliver, dan Return. Selanjutnya, analisis risiko dilakukan menggunakan metode House of Risk (HOR) fase I untuk menentukan agen risiko prioritas dan HOR fase II untuk menyusun strategi mitigasi risiko. Hasil HOR Fase I menunjukkan bahwa terdapat 17 risk agent prioritas, dengan risiko dominan meliputi ketidakstabilan suhu penyimpanan darah, machine error, dan kurangnya pemahaman pendonor terhadap istilah medis. Hasil HOR Fase II menghasilkan beberapa strategi mitigasi utama, yaitu pengajuan kalibrasi alat lebih awal, verifikasi bahan dan alat sebelum digunakan, pelatihan operator, penunjukan petugas khusus pengelolaan peralatan medis, serta pemeriksaan bahan dan alat menggunakan checklist penerimaan. Berdasarkan hasil validasi, PA3 menjadi strategi yang paling direkomendasikan secara operasional karena pengelolaan kalibrasi dan pemeliharaan alat masih melibatkan pihak ketiga. Strategi mitigasi yang dihasilkan diharapkan dapat mendukung pengendalian risiko rantai pasok darah serta menjaga kualitas dan keamanan darah sesuai prinsip thayyib dalam halal blood supply chain.
Kata kunci: Halal blood supply chain, House of Risk, SCOR, manajemen risiko, mitigasi risiko, UDD PMI Banyumas.