Pernahkah kamu memiliki uang bulanan yang terbilang cukup, namun mudah sekali habis sebelum akhir bulan? Hal seperti ini terkadang membuat seseorang merasa bahwa dirinya kurang memiliki uang yang lebih banyak. Padahal, masalah tersebut belum tentu terdapat pada jumlah uang yang dimiliki. Namun, masalahnya bisa terjadi dari bagaimana uang tersebut ketika digunakan.
Pengeluaran mahasiswa seperti untuk membeli jajan, ngopi, nongkrong, ojek online, langganan aplikasi hingga belanja online dapat menjadi pemicu uang terasa cepat habis jika dilakukan berulang kali. Meskipun dalam jumlah yang sedikit jika pengeluaran tersebut terjadi berulang kali, tanpa terasa pengeluaran tersebut dapat menghabiskan sebagian besar uang bulanan. Contohnya, membeli barang yang sebenarnya dirasa tidak penting namun tergiur ketika melihat promo atau membeli barang hanya karena sedang viral.
Frugal living dapat menjadi salah satu cara untuk mahasiswa mengatur keuangan. Frugal living bukan berarti seseorang hidup serba kekurangan atau tidak dapat bersenang-senang dengan uang. Prinsip dari frugal living adalah menekankan setiap individu melihat setiap pengeluaran sebagai kebutuhan yang esensial, bukan kebutuhan semata (Hasanah & Badria, 2024). Dengan prinsip ini diharapkan dapat menggunakan uang dengan bijak dan dapat mempertimbangkan kembali kebutuhan serta prioritas keuangan.
1. Mencatat Semua Pengeluaran
Adapun langkah untuk menerapkan frugal living adalah dengan mengetahui uang akan digunakan kemana dan untuk apa. Dapat dimulai dengan mencatat pengeluaran dalam satu bulan, baik itu pengeluaran dalam jumlah yang besar maupun pengeluaran dalam jumlah yang sedikit. Setelah mencatat pengeluaran tersebut, pengeluaran dapat dibagi menjadi kebutuhan, keinginan, dan pengeluaran yang impulsif. Dengan mencatat pengeluaran, seseorang dapat mengetahui kebiasaan-kebiasaan yang paling banyak menghabiskan uang.
2. Bedakan Kebutuhan dan Keinginan
Ketika melihat suatu barang yang terlihat menarik, terkadang tanpa sadar tiba-tiba ingin membeli barang tersebut. Namun, tidak semua hal yang diinginkan harus langsung didapat. Sebelum melakukan pembayaran, coba untuk pikirkan apakah barang tersebut dibutuhkan atau hanya keinginan semata. Cobalah untuk menunda membeli barang yang hanya dibeli untuk kepuasaan sementara agar dapat mengurangi pembelian yang impulsif.
3. Jangan Menganggap Diskon Selalu Berarti hemat
Ketika merencanakan untuk membeli suatu barang, diskon adalah cara yang dapat membantu menghemat uang. Tetapi, jika seseorang membeli suatu barang hanya karena melihat atau mendapatkan diskon, sebenarnya tetap ada uang yang dikeluarkan namun bukan untuk keperluan yang dibutuhkan. Sebelum membeli barang diskon, sebaiknya pertimbangkan terlebih dahulu apakah memang dibutuhkan atau hanya sekedar menarik karena harganya yang murah.
4. Buat Batasan Pengeluaran, Bukan Larangan
Menentukan anggaran khusus untuk jajan, ngopi, nongkrong, hiburan, atau belanja dapat membuat pengeluaran lebih terkendali. Dengan kamu menentukan anggaran untuk hal tersebut, kamu tetap masih bisa menikmati hal yang disukai tanpa harus mengganggu kebutuhan yang utama.
5. Sisihkan Uang untuk Tujuan yang Lebih Penting
Menghemat akan lebih mudah jika uang yang disisihkan memiliki tujuan (Alim et al., 2025). Dana darurat, kebutuhan kuliah, dan tabungan jangka panjang adalah salah satu contoh kebutuhan yang dapat menjadi tujuan untuk menyisihkan uang. Dengan tujuan yang jelas, kamu menjadi lebih termotivasi untuk mengatur pengeluaran dengan bijak.
Pada akhirnya, untuk mengatur uang bukan tentang seberapa mampu seseorang mengeluarkan uang paling sedikit, namun tentang bagaimana penggunaan uang tersebut digunakan dengan bijak dan secara sadar. Frugal living memastikan kita agar mengeluarkan uang untuk sesuatu hal yang benar-benar berarti bagi kita.
Referensi
Alim, A. M., Margareta, A. M., Yuanna, D., & Maharani, A. (2025, 2 5). Exploring The Role of Frugal Living and Digital Financial Inclusion to Saving’s Intention Within Indonesia’s Gen Z. Jurnal Manajemen (edisi elektronik), 16. https://doi.org/10.32832/jm-uika.v16i1.18151
Hasanah, N., & Badria, N. (2024, 6 29). Frugal Living : Perspektif Generasi Z Melalui Pendekatan Kualitatif. Jurnal Pendidikan Ekonomi, 9(Vol. 9 No. 1 (2024): Juni 2024), 3. Retrieved 9 16, 2026, from https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/JPE/article/view/
Penulis: Nabila Zahiro | Editor: Irma Sari | Gambar: Pexels
