Mengapa Hal Ringan Terasa Berat untuk Dimulai?

28 Sep 2026 Mbkm_Literasi Dilihat 275 kali

Apakah kamu pernah menunda-nunda hal yang sebenarnya mudah untuk dikerjakan? kalau pernah, berarti kamu berada di laman yang tepat. Menunda pekerjaan sering kali dianggap sebagai rasa malas, padahal pada kenyataan penyebab utamanya adalah ketidakmampuan kita mengelola emosi.

Saat berhadapan dengan tugas berat, timbul perasaan tidak nyaman seperti cemas, jenuh, atau takut gagal. Otak manusia secara alami didesain untuk melepaskan diri dari rasa sakit dan ketidaknyamanan tersebut. Akibatnya, kita memilih lari ke hal lain yang memberi kenyamanan instan, contohnya seperti media sosial.

Ada beberapa langkah praktis yang bisa kamu terapkan, sebagai pencegah ketidakmampuan mengelola emosi, yaitu:

1. Salurkan Beban Pikiran ke Tulisan

Jangan biarkan daftar tugas menumpuk di kepala hingga membuatmu stres. Buat to-do list harian lalu tempel di dinding yang mudah terlihat. Cara ini membantu menyegarkan pikiran karena kamu tidak perlu mengingat semuanya sekaligus.

2. Cari Partner Pendukung

Libatkan teman dekat atau pasangan untuk meyakinkan kamu agar dapat menjalankan komitmen itu (Lieberman, 2007). Misalnya seperti saat kamu bangun pagi kesiangan, dan terlambat untuk masuk bekerja, dan sebelumnya kamu sudah berkomitmen jika kamu terlambat bekerja, kamu akan membelikan teman-teman kantormu sekotak pizza, sekarang kamu tinggal memutuskan, apakah ingin masuk tepat waktu, atau membiarkan teman-temanmu untuk memakan pizza gratis setiap harinya?

3. Mulai dari Langkah Terkecil

Target yang terlalu besar justru memicu rasa enggan dan mengganggu kestabilan emosi.  Kita bisa mulai mengerjakan tugas kita sedikit demi sedikit, seperti halnya membaca buku, kita tidak bisa menargetkan untuk langsung membaca perhari satu buku, hal itu membuat emosi kita terganggu dan tidak nyaman, dari situlah kita bisa mulai membaca minimal 5 menit perhari atau 2 lembar perharinya, agar regulasi emosi kita tetap terjaga dengan stabil.

4. Pahami Dampak Penundaan (Cost of Delay)

Tanyakan pada dirimu, “Apa 'harga' yang harus saya bayar jika menunda tugas ini sekarang?” Bayangkan konsekuensi jangka panjangnya. Contohnya, jika kita tidak segera menyelesaikan tugas skripsi hari ini,mungkin saya tidak akan wisuda bersama teman-teman saya, seperti itulah harga yang harus dibayarkan.

5. Jauhi Gangguan Fisik

Niat saja tidak cukup jika hal yang memicu penundaan masih berada di jangkauan tangan. Simpan ponsel di ruangan lain atau masukkan ke dalam tas yang sulit untuk dijangkau. Jarak yang jauh akan mengurangi dorongan impulsif untuk membuka media sosial saat kita sedang fokus mengerjakan sesuatu.

Pada akhirnya, alasan mengapa hal ringan terasa begitu berat untuk dimulai bukanlah karena tugasnya yang mustahil, melainkan karena emosi kita yang belum dikelola dengan baik. Dengan menurunkan ekspektasi awal, memecah langkah menjadi sekecil mungkin, dan menyingkirkan gangguan, hal yang semula terasa "berat" akan perlahan menjadi mudah untuk dikerjakan.

 

Referensi

Amba, J. (2025). Good Habits for Self-Forgiveness. C-Klik Media.

Lieberman, D. J. (2007). The Psychology of Habit. Penerbit Qaf.

Pertajam Pola Pikir. (2025, 22 November). Cara ILMIAH Menghapus 'MENUNDA' di Hidup lu (SELAMANYA) [Video]. YouTube. https://youtu.be/mpr--nYlUuc

 

Penulis: Asti Alya Anggraini | Editor: Irma sari | Gambar: Canva

Aksesibilitas
Bantuan