Tren cottagecore semakin berkembang dan mengalami peningkatan sejak tahun 2020, hal ini membuat banyaknya brand yang mengusung konsep cottagecore sebagai konsep brand mereka dan menandakan bahwa adanya ketertarikan dari pasar untuk mengembangkan pakaian yang bergaya cottagecore di Indonesia contohnya seperti brand Himeka Vintage dengan pakaian bergaya peri seperti flowy dress dengan motif floralnya, Hankaaa.id dengan pakaian bernuansa dreamy dan magical seperti gaun yang mengembang yang penuh renda serta ruffles, kemudian brand Sausan Official dengan ciri khas pakaian yang vintage dan elegan dengan signature pattern dan tekstur busananya. Melihat hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menggali potensi dan mengembangkan visual cottagecore pada produk fashion dengan pendekatan kualitatif dan pengumpulan data observasi serta studi literatur. Perancangan elemen motif untuk pengembangan visual pada produk fashion akan menggabungkan beberapa gambaran visual yang sesuai dengan ikon gaya cottagecore, seperti jamur, roti buatan sendiri, motif stroberi dan kupu-kupu, Teknik pengembangan komposisi motif menggunakan konsep spot repeat grids, sedangkan dalam proses perancangan produk fashion menggunakan teori perancangan dengan pendekatan metode SCAMPER. Luaran dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan inovasi khususnya pada visual motif untuk busana yang mengadaptasi gaya cottagecore di industri fashion Indonesia.