Perkembangan teknologi komunikasi nirkabel mengalami kemajuan yang sangat pesat seiring dengan hadirnya jaringan generasi kelima (5G) yang menawarkan kecepatan transmisi data tinggi, latensi rendah, dan kapasitas konektivitas yang besar. Salah satu komponen utama yang berperan penting dalam sistem komunikasi 5G adalah antena, karena kinerjanya sangat memengaruhi kualitas penerimaan dan pengiriman sinyal. Pada pita frekuensi 3,5 GHz yang menjadi salah satu band utama implementasi 5G di Indonesia, dibutuhkan antena dengan bandwidth lebar, efisiensi tinggi, gain yang baik, serta dimensi yang kompak. Antena mikrostrip dipilih karena memiliki keunggulan berupa struktur sederhana, ringan, dan mudah direalisasikan. Namun, antena mikrostrip konvensional memiliki keterbatasan bandwidth yang relatif sempit. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pada penelitian ini diterapkan teknik Defected Ground Structure (DGS) dengan memodifikasi ground plane antena guna mengganggu distribusi arus permukaan sehingga kinerja antena dapat ditingkatkan. Penelitian ini merancang antena mikrostrip array 2×1 berbentuk rectangular yang beroperasi pada frekuensi 3,5 GHz menggunakan substrat FR-4 dengan ketebalan 1,6 mm. Proses perancangan dilakukan melalui beberapa tahapan dengan menerapkan metode konfigurasi array dan teknik DGS. Jenis subsrate yang digunakan pada rancangan tugas akhir ini adalah FR4-Epoxy dengan nilai konstanta dielektrik = 4,3, ketebalan substate 1.6 mm dan lost tanget 0,0265. Hasil dari simulasi antena ini dengan resturn loss sebesar -22,37 dB, hasil VSWR sebesar 1,16 dan memiliki nilai gain sebesar 5,16 dB dengan lebar bandwidth 299,2 GHz.
Kata Kunci : Antena Mikrostrip,
Patch Rectangular, Array, DGS