Fenomena pesatnya perkembangan teknologi digital dan media sosial telah mengubah pola komunikasi publik, termasuk dalam upaya peningkatan literasi keuangan oleh lembaga negara. Namun, meskipun Generasi Z di Indonesia memiliki akses luas terhadap informasi digital dan layanan keuangan, tingkat literasi keuangan mereka masih tergolong rendah, sehingga meningkatkan risiko perilaku konsumtif dan kerentanan finansial. Kondisi ini menunjukkan adanya permasalahan dalam efektivitas strategi komunikasi publik digital yang digunakan untuk menjangkau generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas strategi pemasaran visual pada akun Instagram Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat, @ojk_jawabarat, dalam meningkatkan keterlibatan (engagement) dan kesadaran manajemen keuangan Generasi Z. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods. Teknik pengumpulan data meliputi analisis visual konten Instagram OJK Jawa Barat, penyebaran kuesioner daring kepada audiens Generasi Z, wawancara mendalam dengan informan terkait, serta studi literatur. Teknik analisis data dilakukan menggunakan triangulasi data dengan mengintegrasikan berbagai sumber dan metode untuk meningkatkan validitas dan keandalan temuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi visual yang diterapkan masih cenderung formal dan informasional, sehingga kurang optimal dalam membangun keterlibatan emosional audiens. Implikasi penelitian menegaskan pentingnya strategi komunikasi visual yang persuasif, interaktif, dan berorientasi pada manusia (human-centered) guna meningkatkan literasi keuangan berkelanjutan di kalangan Generasi Z. Kata Kunci: Generasi Z, Literasi Keuangan, Instagram, Visual Marketing