Anak dengan disleksia diseidetic mengalami hambatan dalam pemrosesan visual dan pengenalan huruf pada tahap awal membaca, sehingga membutuhkan buku pra membaca yang dirancang secara aksesibel. Namun, buku pra membaca yang digunakan di sekolah inklusif dan sekolah luar biasa (SLB) di Indonesia masih menunjukkan keterbatasan dalam penerapan elemen visual ramah disleksia dan cenderung mengadopsi standar internasional tanpa penyesuaian konteks lokal. Penelitian ini difokuskan pada mengkaji elemen visual desain buku pra membaca ramah disleksia diseidetic, mengidentifikasi kebutuhan pengguna melalui pendekatan User-Centered Design (UCD), serta merumuskan guideline desain yang aplikatif dalam konteks pendidikan inklusif di Indonesia. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui analisis buku, observasi kelas, dan wawancara guru di sekolah inklusif dan SLB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipografi, layout, warna, dan ilustrasi berpengaruh signifikan terhadap keterbacaan dan fokus visual anak disleksia. Berdasarkan sintesis temuan dan kajian teori, penelitian ini menghasilkan guideline elemen visual desain buku pra membaca ramah disleksia diseidetic yang menekankan prinsip keterbacaan, kesederhanaan, konsistensi, dan fokus pengguna sebagai bentuk adaptasi kontekstual dari standar internasional