25.04.1326
000 - General Works
Karya Ilmiah - Skripsi (S1) - Reference
Ilmu Komunikasi
64 kali
Penelitian ini membahas fenomena “Komeng Nyaleg DPD-RI 2024” dalam bentuk meme satire di media sosial Facebook. Meme satire terhadap fenomena ini diamati sebagai bentuk kritik sosial terhadap dinamika politik Indonesia, khususnya dalam konetks pemilihan anggota DPD-RI. Peneliti menggunakan analisis wacana kritis Norman Fairclough dengan batasan kajian hanya pada level mikro atau analisis teks saja, penelitian ini memiliki tujuan untuk memahami bagaimana satire digunakan dalam meme terkait dan mengidentifikasi kritik yang terkandung didalam satire tersebut. Dalam meme ini peneliti juga menemukan gejala apatisme politik, hal tersebut ditunjukkan dari pernyataan-pernyataan yang mengimplikasikan kurangnya informasi mengenai para caleg dalam pemilu DPD-RI 2024. Kekurangan informasi tersebut kemudian memiliki kecenderungan untuk menyebabkan kebingungan di kalangan masyarakat. Penelitiaan ini menggunakan metode kualitatif untuk mendalami representasi kritik dalam meme terkait dan kaitannya dengan fenomena “Komeng Nyaleg DPD-RI 2024”. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan pemahaman tentang peran meme sebagai media untuk mengkritik isu-isu di masyarakat sekaligus menawarkan sudut pandang lain terhadap pengaruh budaya digital dalam proses berdemokrasi.<br /> <div>Kata kunci: Meme, Satire, Komeng Nyaleg DPD-RI, Analisis Wacana Kritis, Politik</div>
Tersedia 1 dari total 1 Koleksi
Nama | MUHAMMAD HANAFY INDARDITO |
Jenis | Perorangan |
Penyunting | Kharisma Nasionalita |
Penerjemah |
Nama | Universitas Telkom, S1 Ilmu Komunikasi |
Kota | Bandung |
Tahun | 2025 |
Harga sewa | IDR 0,00 |
Denda harian | IDR 0,00 |
Jenis | Non-Sirkulasi |