Informasi Umum

Kode

111010037

Klasifikasi

000 - Generalistics

Jenis

Karya Ilmiah - Skripsi (S1) - Reference

Subjek

Other

Dilihat

34 kali

Informasi Lainnya

Abstraksi

ABSTRAKSI: PT. Telkom Kandatel Bandung saat ini melakukan pengembangan kapasitas jaringan telepon dengan mengimplementasikan teknologi ADSL (Asymmetric Digital Subscriber Line) dengan nama Telkom Speedy. Ini merupakan keuntungan bagi sentral-sentral yang menggunakan kabel tembaga tetapi menjadi kerugian bagi sentral-sentral yang menggunakan FO (fiber optic) pada saluran primer yang menuju ONU (Optical Network Unit) karena perangkat DSLAM hanya bisa dipasang pada jaringan tembaga saja.<br>Oleh karena itu dilakukan perhitungan demand layanan ADSL (internet access) dan layanan pay tv pada jaringan optical access network untuk kategori residensial dan corporate. Setelah itu dapat dicari besar bandwidth yang diperlukan untuk tiap layanan tersebut. Selain itu diperlukan juga rekonfigurasi perangkatperangkat pada jaringan OAN dan jaringan ADSL sehingga dapat terhubung.<br>Untuk kategori residensial dilakukan perhitungan bandwidth internet access untuk growth sebesar 1.391 Mbps dan 944 Mbps untuk polynomial. Untuk layanan pay tv didapatkan bandwidth sebesar 5.975 Mbps untuk growth dan 5.688 Mbps untuk polynomial. Untuk kategori corporate dilakukan perhitungan bandwidth internet access untuk growth sebesar 2.449 Mbps dan 1.661 Mbps untuk polynomial. Untuk layanan pay tv didapatkan bandwidth sebesar 5.073 Mbps untuk growth dan 4.836 Mbps untuk polynomial.<br>Dari perhitungan demand layanan internet access didapatkan bandwidth untuk kategori residensial dan corporate. Sedangkan untuk layanan pay tv walaupun bandwidth telah didapatkan namun layanan ini belum bisa diterapkan oleh PT. Telkom. Dari analisa perangkat dan jaringan pada OAN bahwa perangkat optik Huawei dapat terhubung ke perangkat DSLAM ZTE melalui saluran GigaEthernet dengan penambahan card-card tertentu.Kata Kunci : Asymmetric Digital Subscriber Line, ONU, DSLAM, Optical AccessABSTRACT: Nowadays PT. Telkom Kandatel Bandung develop capacity telephone network by implement ADSL technology with name Telkom Speedy. This is advantages for centrals who use copper wire but disadvantages for centrals who use fiber optic wire in primer line to optical network unit because DSLAM equipment only use in copper wire network only.<br>Because of that require demand estimate ADSL (internet access) service and pay tv service in optical access network for residential and corporate categories. After that estimate we can look for bandwidth requirement for each service. Equipment in optical access network and ADSL network able to connect need reconfiguration for each equipment too.<br>For residential respondent bandwidth internet access is 1,391 Mbps with growth and 944 Mbps with polynomial. Bandwidth pay tv is 5,975 Mbps with growth and 5,688 Mbps with polynomial. For corporate respondent bandwidth internet access is 2,449 Mbps with growth and 1,661 Mbps with polynomial. Bandwidth pay tv is 5,073 Mbps with growth and 4,836 Mbps with polynomial.<br>From internet access service demand estimate we know how to get bandwidth requirement for residential and corporate category. Although we got pay tv service bandwidth, PT. Telkom not yet apply this service. Form equipment and network analysis in optical access network that Huawei optic equipment able to connect to DSLAM ZTE equipment pass through GigaEthernet line with additional specific cards.Keyword: Asymmetric Digital Subscriber Line, ONU, DSLAM, Optical Access

Koleksi & Sirkulasi

Tersedia 1 dari total 1 Koleksi

Anda harus log in untuk mengakses flippingbook

Pengarang

Nama TJOKORDE DANANJAYA
Jenis Perorangan
Penyunting -
Penerjemah

Penerbit

Nama Universitas Telkom
Kota Bandung
Tahun 2006

Sirkulasi

Harga sewa IDR 0,00
Denda harian IDR 0,00
Jenis Non-Sirkulasi