Pendidikan indonesia merupakan tolak ukur bagi bangsa untuk memperlihatkan kemajuan suatu negara. Pendidikan di Indonesia sangat beragam macamnya, salah satunya merupakan pendidikan islam seperti pesantren. Pesantren sendiri merupakan wadah bagi para santri dan santriwati untuk menimba ilmu dalam bidang Agama Islam, dan mempelajari ilmu umum seperti ilmu alam dan ilmu sosial yang dimana akan meningkatkan pengetahuan dari para santri dan santriwati itu sendiri. Namun pesantren di jawa barat masih adanya pembatasan masuknya ilmu kepada santri dan santriwati, ini bisa dilihat dari pelarangan adanya teknologi informasi dan komunikasi di dalam aktifitas sehari-hari para santri di Pesantren Picung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Pendekatan dengan media dalam bentuk film tentu diperlukan, ini berkaitan dengan era yang berkembang di masyarakat dengan gaya hidup dengan media seperti halnya film, dimana akan memberikan pengetahuan lebih kepada masyarakat adanya pesantren dan kehidupan para santri dan santriwati di dalam sebuah pesantren. Dalam sebuah film pendek fiksi tentu diperlukan sebuah penataan kamera yang bertujuan untuk memberikan visual di dalam film pendek fiksi yang menghadirkan kehidupan para santri dan santriwati di dalam sebuah pesantren. Metode yang digunakan adalah Kualitatif menggunakan teknik pengumpulan data (observasi,dan wawancara), kemudian data tersebut dianalis dengan tekhnik perbandingan melalui pendekatan pendidikan agama agar mengetahui kehidupan dan sistem pendidikan yang ada di dalam pesantren.
Kata kunci: Tata visual, Pesantren, Film Pendek.