Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk paling banyak di kawasan Asia Tenggara. Pertumbuhan penduduk Indonesia yang terus meningkat mengakibatkan jumlah angkatan kerja yang meningkat pesat setiap tahunnya. Kesempatan kerja yang terbatas belum mampu menyerap angkatan kerja di Indonesia. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) mempunyai peran dalam merumuskan kebijakan strategis mengenai ketenagakerjaan dan pengembangan transmigrasi di Indonesia, termasuk bidang pelatihan kejuruan, produktivitas, penempatan tenaga kerja, pengawasan ketenagakerjaan. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi merupakan unit yang ditugaskan oleh pemerintah untuk mewujudkan iklim ketenagakerjaan dan ketransmigrasian yang kondusif dan berkualitas. Beberapa perubahan di dalam lingkungan internal berdampak pada perubahan individu-individu di dalam organisasi tersebut. Semua individu yang terkait didalamnya harus berubah, belajar, dan tumbuh lebih cepat dibandingkan masa lalu. Kemampuan organisasi dan individu dalam merespon perubahan akan menjadi bekal untuk memenuhi tantangan dalam pencapain tujuan menciptakan iklim ketenagakerjaan yg menyerap angkatan kerja di Indonesia.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui prediktor organisasi pembelajaran yang paling berpengaruh terhadap kinerja karyawan di instansi pemerintahan.Dengan menggunakan teknik analisis SEM hasil penelitian akan membantu pemikiran bagi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat dalam upaya meningkatkan pembelajaran pegawainya