Industrialisasi dan modernisasi di negara-negara maju sekarang ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melihat dari kesuksesan negara maju akhirnya negara berkembang mulai menerapkannya untuk kesejahteraan masyarakatnya. Akan tetapi industralisasi dan modernisasi menjadi salah satu penyebab terjadinya kerusakan lingkungan. Di era sekarang, manusia menciptakan teknologi dengan maksud agar lebih mudah, praktis, efisien dan tidak mengalami kesulitan. Mindset atau cara pandang bahwa perusahaan harus mengedepankan profit mulai banyak dipertanyakan setelah terjadinya berbagai kerusakan lingkungan sebagai impact dari aktivitas bisnis dalam meraih profit. Oleh karena itu, PT. Matoa Indonesia Digdaya di kota bandung, Sebagai perusahaan ecopreneurship yang menerapkan konsep triple bottom line di dalamnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi PT. Matoa Indonesia Digdaya, Bandung dengan menggunakan konsep profit, people dan planet yang digunakan didalam maupun di luar perusahaan untuk menghadapi permasalahan lingkungan dan keberlanjutan perusahaan dimasa yang akan datang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Informan ditetapkan menggunakan purpose sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi secara langsung dan diuji menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukan, terdapat kegiatan yang dilakukan oleh PT. Matoa Indonesia Digdaya, Bandung dari konsep Profit, yaitu berupa kompensasi eksternal dan internal, sumbangan dan investasi. Dari konsep People yaitu, kebebasan dalam bekerja, memberikan informasi tentang lingkungan dengan seminar dan campaign. Dari Planet, menggunakan bahan baku dengan kayu yang bersertifikat serta memanfaatkan limbah kayu dapat menjaga lingkugan terutama hutan tetap terjaga serta melakukan konservasi lingkungan dengan menanam bibit pohon agar tetap terjaga di masa yang akan datang.