Untuk dapat melakukan komunikasi pada jaringan komputer, setiap host pada jaringan tersebut harus memiliki sebuah alamat IP. Salah satu metode untuk memberikan alamat IP adalah menggunakan protokol DHCP. Dengan DHCP, client mendapatkan alamat IP dari DHCP server secara otomatis. Namun, pada dasarnya protokol DHCP tidak memiliki fungsi pengamanan untuk mencegah serangan yang terjadi di jaringan. Salah satu aktivitas serangan tersebut yaitu adanya server ilegal yang memberikan alamat IP kepada client dari suatu layanan. Salah satu metode pengamanan alternatif untuk mencegah hal tersebut adalah menggunakan DHCP Snooping yang biasanya terdapat pada perangkat layer 2.
Penelitian ini dibahas tentang implementasi DHCP Snooping dalam mencegah server ilegal yang mencoba memberikan alamat IP kepada client dari suatu layanan. Selain itu, pada penelitian ini juga dilakukan analisis pengaruh penggunaan DHCP Snooping terhadap beberapa parameter yang berkaitan, seperti persentase alokasi alamat IP dari server legal, elapsed time, response time dan throughput.
Dari hasil penelitian yang dilakukan, DHCP Snooping dapat digunakan sebagai fungsi pengamanan alternatif ketika terdapat rogue server di dalam sistem. DHCP Snooping pada penelitian ini memberikan peningkatan alokasi alamat IP oleh legal server sebesar 81%. Namun DHCP Snooping dapat bekerja sempurna ketika jumlah client ? 300. Pengaruh penggunaan DHCP Snooping pada penelitian ini memberikan peningkatan sebesar 34% terhadap parameter waktu alokasi (Elapsed Time). Selain itu, penggunaan DHCP Snooping pada penelitian ini memberikan peningkatan sekitar 2 kali lipat terhadap parameter Discover Response Time. Dan penggunaan DHCP Snooping pada penelitian ini memberikan peningkatan sangat besar terhadap parameter Response Time. Dan memberikan penurunan sebesar 89% terhadap parameter Throughput.