Pada penelitian ini akan menganalisis mengenai film, di mana film yang diketahui mempunyai pengaruh yang sangat besar di masyarakat. Salah satu film yang ramai dibicarakan di Indonesia saat ini yaitu film festival “Marlina, si pembunuh dalam empat babak” yang merupakan film yang masuk dalam nominasi Oscar 2019 dengan kategori Best Foreign Language. Pada penelitian ini akan meneliti film tersebut dengan judul “Representasi Perempuan Dalam Perspektif Ekofeminisme Pada Film Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak”. Hal ini di latar belakangi oleh penggambaran realitas yang terjadi di Indonesia saat ini khususnya di daerah Nusa Tenggara Timur yaitu Sumba. Di mana sistem patriarki yang ada di Sumba masih sangat kental hal ini juga dipengaruhi oleh budaya yang ada di masyarakat. Bukan hanya perempuan saja yang menjadi objektifitas penindasan para laki-laki namun begitupun dengan alam. Identifikasi masalah penelitian ini adalah bagaimana representasi perempuan dalam perspektif ekofeminisme yang dilihat dari tiga aspek yaitu pengetahuan, intuisi, dan spiritual. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaaat untuk memperkaya kajian komunikasi, terutama kajian mengenai ekofeminisme dan analisis semiotika. Metode penelitian yang digunakan yaitu semiotika Roland Barthes dengan melihat pada tiga tahapan yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Adapun sumber data yang digunakan adalah data- data primer, dan data sekunder melalui studi pustaka yang dapat mendukung dalam proses analisis dalam penelitian. Landasan teori yang akan digunakan yaitu ekofeminisme. Hasil penelitian dalam konsep ekofeminisme baik pengetahuan, intuisi, dan spiritual ini menunjukkan bahwa Marlina sebagai pengelolah alam yang dianalogikan sebagai tanah tak bertuan, produk dagang, penghasil/melahirkan dapat dikuasai, ditindas, maupun dieksploitasi. Hal tersebut akan menyebabkan ketidakseimbangan alam seperti bencana yang direpresentasikan dari perlawanan Marlina atas kematian Markus.
Kata Kunci: Ekofeminisme, Perempuan, Alam, Film, Semiotika Roland Barthes.