Televisi digital merupakan alat yang digunakan untuk menangkap siaran TV digital. Tujuan dari penyelenggaraan penyiaran televisi digital dimuat pada Pasal 2 Permen Kominfo No. 39/PER/Kominfo/10/2009 tentang Penyelenggaraan Penyiaran Televisi Digital Terestrial Penerimaan Tetap Tidak Berbayar (Free to Air) adalah meningkatkan efisiensi pemanfaatan spektrum radio untuk penyelenggaraan penyiaran. Antena televisi yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu: antena yagi atau parabola di mana memiliki nilai gain yang tinggi.
Proyek akhir ini akan fokus dalam pembuatan antena mikrostrip dengan flat reflektor yang akan terhubung dengan set top box untuk mengkonversi sinyal analog menjadi digital. Flat reflektor berfungsi meningkatkan gain sehingga antena dapat menangkap frekuensi penyiaran TV digital. Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia menetapkan bahwa penyiaran televisi digital terestrial memiliki pita frekuensi 478 – 694 MHz.
Pada Proyek Akhir ini terealisasi antena mikrostrip dipengaruhi oleh bahan reflektor yang berbeda, yaitu: plat aluminium, kawat harmonik, dan kawat kasa dengan dimensi reflektor 1 x 1 meter. Hasil simulasi dari ketiga bahan tersebut didapatkan bandwidth ± 80%, rata-rata return loss ± - 16 dB, rata-rata VSWR ± 1.3, rata-rata gain ± 8 dB, dan pola radiasi terarah (direksional). Sedangkan hasil pengukuran antena mikrostrip didapatkan impedansi input pada frekuensi 550 MHz = 48.787 ? + j18.930 pF, bandwidth = 65 %, rata-rata return loss = -14.990 dB, rata-rata VSWR = 1.508, dan pola radiasi ke segala arah (omnidireksional).
Kata kunci: Televisi Digital, Set Top Box, Mikrostrip, Flat Reflektor, Plat Aluminium, Kawat Harmonik, Kawat Kasa