Perancangan ulang Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan pendekatan immersive experience bertujuan untuk meningkatkan daya tarik dan kunjungan masyarakat terhadap museum. Sejarah, sebagai catatan peristiwa masa lalu, memiliki peran penting dalam pelestarian budaya dan identitas bangsa. Museum berfungsi sebagai lembaga pendidikan yang menyimpan dan mengkomunikasikan nilai-nilai sejarah kepada masyarakat. Namun, banyak museum di Indonesia, termasuk Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala, menghadapi tantangan dalam hal pengelolaan dan penyajian benda koleksi, yang berujung pada fenomena museum fatigue atau kelelahan museum pada pengunjung. Penurunan jumlah pengunjung ini disebabkan oleh kurangnya daya tarik museum akibat desain interior yang tidak mendukung kenyamanan dan interaksi pengunjung. Melalui pendekatan immersive experience, penelitian ini akan mengeksplorasi inovasi desain yang dapat menciptakan suasana yang lebih menarik dan interaktif, sehingga meningkatkan minat masyarakat untuk mengunjungi museum. Dengan mempertimbangkan standar-standar museum yang berlaku, aspek teknologi, serta fasilitas penunjang bagi pengunjung, diharapkan museum dapat berfungsi secara optimal sebagai sarana edukasi, rekreasi, dan pelestarian sejarah, sekaligus memperkuat identitas dan budaya nasional