Peningkatan tren penggunaan paylater setiap tahunnya dideteksi dari lonjakan pengguna paylater, jumlah kredit macet, dan jumlah rekening pengguna. Provinsi Jawa Barat menjadi urutan pertama dalam 10 provinsi dengan pengguna paylater terbanyak di Indonesia. Tidak hanya menjadi provinsi dengan pengguna terbanyak, Jawa Barat juga menjadi provinsi dengan jumlah kredit macet paylater terbanyak di Indonesia. Faktor literasi keuangan yang belum cukup baik juga bisa jadi menjadi alasan dari penggunaan paylater. Serta, pendapatan yang dirasa minim atau bahkan kurang juga dapat menjadi alasan dari pengguna untuk memutuskan penggunaan paylater.
Tujuan dari penelitian ini adalah memahami bagaimana literasi keuangan, tingkat pendapatan, dan keputusan penggunaan paylater di Jawa Barat. Selain itu, penelitian ini juga ingin membuktikan apakah ada pengaruh baik secara parsial maupun simultan antara literasi keuangan dan tingkat pendapatan terhadap keputusan penggunaan paylater di Jawa Barat.
Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan kuantitatif, dan analisis data dilaksanakan dengan memanfaatkan analisis regresi linier berganda. Pengumpulan data dilaksanakan dengan menyebarkan kuesioner kepada 400 responden. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa literasi keuangan secara parsial mempengaruhi keputusan penggunaan paylater, tingkat pendapatan berpengaruh secara parsial terhadap keputusan penggunaan paylater, dan pendidikan keuangan serta tingkat pendapatan secara simultan mempengaruhi keputusan penggunaan paylater di Jawa Barat.
Diharapkan bahwa hasil dari penelitian ini bisa menjadi referensi bagi peneliti berikutnya saat melakukan penelitian dengan variabel yang serupa. Selain itu, diharapkan pula penelitian ini dapat berfungsi sebagai literatur untuk masyarakat yang hendak membuat keputusan mengenai penggunaan paylater dengan memperhatikan faktor literasi keuangan dan tingkat pendapatan.
Kata Kunci: literasi keuangan, tingkat pendapatan, keputusan penggunaan paylater