Pengetahuan tentang bahasa, aksara, dan sastra Bali, warisan leluhur melalui naskah lontar, terancam terlupakan karena perubahan zaman dan keterbatasan Aksara Bali. Pengaruh globalisasi dan kemajuan teknologi juga menciptakan kekhawatiran hilangnya bahasa Bali pada 2041. Untuk lebih mengidentifikasi akar permasalahan, digunakan diagram fishbone yang mengungkap faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan minat belajar aksara Bali. Hasil analisis menunjukkan bahwa salah satu faktor utama adalah metode pembelajaran yang masih bergantung pada buku. Dari survei dan kuisioner yang dilakukan pada 15 responden penduduk asli Bali, terungkap bahwa penggunaan aplikasi dianggap sebagai solusi untuk meningkatkan minat masyarakat dalam mempelajari aksara Bali. Desain antarmuka dan pengalaman pengguna yang optimal menjadi faktor penting dalam keberhasilan aplikasi. Dalam upaya meningkatkan minat dan efektivitas pembelajaran, penelitian ini merancang pengembangan aplikasi menggunakan metode Goal-Directed Design (GDD). GDD membantu merinci tujuan pengguna dan memahami kebutuhan masyarakat Bali dengan enam tahap yaitu research, modeling, requirement, framework, refinement, dan support. Evaluasi tingkat kegunaan aplikasi dilakukan dengan menggunakan metode System Usability Scale (SUS), dengan fokus pada perspektif pengguna akhir. Harapannya, aplikasi yang dihasilkan dapat menjadi solusi menyeluruh untuk mengatasi tantangan menurunnya minat dalam mempelajari aksara Bali dan sesuai dengan tujuan pengguna.
Kata kunci : aksara Bali, fishbone, goal-directed design, system usability scale, perancangan aplikasi.