Permasalahan: Manajemen kesehatan hewan di DSP Farm Bandung masih dilakukan secara manual, menyebabkan pencatatan medis tidak efisien, risiko kehilangan data, serta keterlambatan dalam penjadwalan pemeriksaan dan pengelolaan invoice. Hal ini dapat menghambat proses administrasi dan perawatan hewan secara optimal.
Pentingnya Topik: Penggunaan teknologi dalam manajemen kesehatan hewan dapat meningkatkan efisiensi pencatatan, akurasi data, dan kecepatan layanan. Saat ini, belum tersedia sistem digital terintegrasi yang mampu memenuhi kebutuhan pencatatan dan administrasi bagi tenaga medis hewan dan penjaga atau keeper yang terlibat dalam perawatan hewan di DSP Farm Bandung.
Solusi: Untuk mengatasi permasalahan ini, dikembangkan aplikasi manajemen kesehatan hewan berbasis Flutter dan Laravel dengan pendekatan Extreme Programming (XP). Aplikasi ini memiliki fitur pencatatan riwayat kesehatan hewan, sistem penjadwalan otomatis, serta pembuatan dan pengelolaan invoice secara digital. Pengujian dilakukan menggunakan metode System Usability Scale (SUS) untuk menilai tingkat kegunaan sistem.
Hasil Utama: Hasil pengujian menunjukkan bahwa aplikasi ini memiliki tingkat kegunaan yang sangat baik dengan skor SUS sebesar 86,4, yang berarti aplikasi ini mudah digunakan dan dapat meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan kesehatan hewan. Pengembangan lebih lanjut dapat mencakup fitur notifikasi otomatis, integrasi pembayaran digital, serta peningkatan keamanan data pengguna.
Kata kunci: manajemen kesehatan hewan, Flutter, Laravel, Extreme Programming, System Usability Scale