Perkembangan teknologi digital telah memunculkan inovasi dalam sektor keuangan, termasuk peer to peer lending. Meskipun layanan ini mempermudah akses pinjaman, kenyataannya banyak individu lebih memilih berutang daripada menabung, sehingga meningkatkan kecenderungan berutang atau propensity towards indebtedness. Penelitian ini berfokus pada faktor perilaku (behavioural factor) yang mempengaruhi propensity towards indebtedness pengguna peer to peer lending di Jawa Barat. Faktor tersebut meliputi emosi, materialisme, persepsi risiko, dan literasikeuangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan total sampel berjumlah 400 responden yang ditentukan dengan formula Lemeshow (toleransi kesalahan 5%). Data dikumpulkan melalui kuesioner online dan dianalisis menggunakan structural equation modelling dengan metode partial least squares. Hasil menunjukkan emosi dan literasi keuangan berpengaruh signifikan dan negatif terhadap kecenderungan berutang, sementara materialisme dan persepsi risiko berpengaruh signifikan dan positif. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memahami faktor-faktor yang memengaruhi kecenderungan berutang, dan dapat memberikan panduan bagi pemerintah dalam merancang kebijakan yang efektif untuk mencegah peningkatan kecenderungan berutang di masyarakat.
Kata kunci: faktor perilaku, peer to peer lending, propensity towards indebtedness, emosi, materialisme, persepsi risiko, literasi keuangan