Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak Toxic Leadership terhadap Turnover , dengan Job Satisfaction sebagai variabel mediasi, khususnya pada Generasi Z. Saat ini mendominasi angkatan kerja, Generasi Z menunjukkan tingkat turnover yang tinggi, sering kali dipengaruhi oleh rendahnya kepuasan kerja dan gaya kepemimpinan yang tidak mendukung. Kepemimpinan toxic, yang ditandai dengan perilaku manipulatif, otoriter, dan ketidakmampuan menerima kritik, menciptakan lingkungan kerja yang tidak sehat dan menurunkan kepuasan karyawan. Penurunan kepuasan kerja ini pada akhirnya meningkatkan niat karyawan untuk keluar dari organisasi, sehingga meningkatkan tingkat turnover.
Penelitian ini menggunakan metode SEM-Lisrel untuk menganalisis hubungan antara kepemimpinan toxic, job satisfaction, dan turnover. Hasil penelitian menunjukkan bahwa toxic leadership secara signifikan dan negatif memengaruhi job satisfaction dan turnover. Selain itu, kepuasan kerja berperan sebagai mediasi dalam hubungan antara kepemimpinan toksik dan turnover.
Implikasi dari penelitian ini menyoroti pentingnya menangani kepemimpinan toxic dalam organisasi dengan menerapkan program pelatihan yang berfokus pada etika, transparansi, dan empati. Inisiatif-inisiatif ini dapat meningkatkan kepuasan kerja dan mengurangi tingkat turnover, terutama pada karyawan Generasi Z.
Keywords: toxic leadership, kepuasan kerja, turnover, Generasi Z, kepemimpinan