Kecerdasan Buatan (AI) menjadi teknologi yang mendorong transformasi di berbagai sektor, namun banyak organisasi menghadapi tantangan dalam menilai kesiapan mereka untuk adopsi AI pada tahap awal (pre-adoption). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Framework Kesiapan AI yang berfokus pada enam aspek utama yaitu Kesiapan Data, Infrastruktur dan Teknologi, Tenaga Kerja dan Keterampilan, Tata Kelola dan Strategi Organisasi, Etika, Kepercayaan, dan Manajemen Risiko, serta Kasus Bisnis dan Penyesuaian Nilai. Framework ini dirancang dengan mengintegrasikan elemen-elemen dari berbagai framework yang sudah ada, seperti dari Deloitte, Gartner, IBM, dan lainnya, serta menggunakan Metode Best-Worst (BWM) untuk menentukan relevansi dan bobot parameter. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara pakar, kuesioner, dan kajian literatur. Hasil penelitian menghasilkan framework yang fleksibel dan relevan untuk berbagai sektor, memberikan alat strategis bagi organisasi untuk menilai kesiapan mereka, mengidentifikasi kesenjangan, dan memprioritaskan perbaikan. Framework ini menekankan pentingnya adopsi AI yang etis, bertanggung jawab, dan berkelanjutan, memastikan bahwa organisasi dapat memanfaatkan potensi AI secara optimal.
Kata Kunci—Kecerdasan Buatan, Framework Kesiapan AI, Pre-Adoption, Metode Best-Worst.