Permasalahan rendahnya tingkat kunjungan dan penggunaan komputer di Perpustakaan Bergerak Limbah Pustaka menjadi tantangan akibat meningkatnya penggunaan gadget oleh anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mencari langkah tepat yang dapat meningkatkan minat anak-anak mengunjungi perpustakaan sekaligus memanfaatkan fasilitas yang tersedia melalui pengembangan game edukatif berbasis Unity. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, digunakan pendekatan Game Development Life Cycle (GDLC), yang terdiri dari enam tahapan: initiation, pre-production, production, testing, beta testing, dan release. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode ini menghasilkan sebuah game edukatif yang menarik, dengan tingkat kelayakan 90,55% berdasarkan pengujian beta terhadap aspek visual, gameplay, dan daya tarik. Selain itu, jumlah pengunjung perpustakaan meningkat signifikan dari 115 menjadi 338 dalam satu bulan setelah perilisan game. Game ini memberikan pengalaman pembelajaran interaktif yang menyenangkan, meningkatkan keterampilan sosial anak-anak melalui tantangan yang ada di dalam game, serta memperkenalkan konsep daur ulang yang meningkatkan kesadaran lingkungan. Berdasarkan hasil yang sudah didapat, dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa pengembangan game edukatif berbasis Unity dengan pendekatan GDLC menjadi strategi efektif untuk meningkatkan jumlah pengunjung, memanfaatkan fasilitas perpustakaan, dan mendukung pembelajaran berbasis teknologi yang inovatif.
Kata kunci: Game Edukatif, Kerajinan Tangan, Unity, Game Development Life Cycle