Flutter sebagai framework pengembangan perangkat lunak menyediakan berbagai metode manajemen state, termasuk Provider dan Riverpod, yang berperan dalam efisiensi pengelolaan state dalam perangkat lunak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan performa kedua metode tersebut dalam aspek penggunaan CPU dan memori. Pengujian dilakukan dengan mengembangkan dua perangkat lunak berbasis Flutter yang menerapkan masing-masing metode state management untuk menampilkan data gempa bumi dari API USGS. Pengujian dilakukan dengan Android Profiler pada perangkat Android, dengan skenario jumlah data mulai dari 100 hingga 20.000.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa peningkatan jumlah data berdampak langsung pada konsumsi CPU dan memori. Provider memiliki konsumsi memori yang lebih rendah dan penggunaan CPU yang lebih stabil dibandingkan Riverpod. Sebaliknya, Riverpod menunjukkan konsumsi sumber daya yang lebih tinggi akibat mekanisme fitur yang dimiliki, meskipun menawarkan fleksibilitas dalam pengelolaan state. Dalam kasus dengan jumlah data yang lebih besar, Provider lebih efisien dalam penggunaan sumber daya, sedangkan Riverpod lebih unggul dalam mengelola state yang kompleks. Kesimpulan penelitian ini menekankan bahwa pemilihan state management harus disesuaikan dengan kebutuhan perangkat lunak, baik dari segi efisiensi maupun fleksibilitas.