Dinas Komunikasi dan Informatika Banyumas merupakan organisasi pemerintah yang memiliki peranan penting membantu tugas bupati pada urusan pemerintahan bidang komunikasi dan informatika, bidang statistik, serta bidang persandian. Dinkominfo telah menyediakan beragam layanan kepada setiap unit pemerintah yang memerlukan layanan teknologi. Dinkominfo juga memiliki aplikasi atau sistem yang digunakan secara internal untuk mendukung operasional organisasi seperti Banyumaskab, Srikandi Nasional, dan Lapak Aduan. Sedangkan saat ini, proses penggajian, cuti, lembur, pengajuan jaringan telekomunikasi, dan pengajuan sistem dari OPD yang membutuhkan masih dilakukan secara manual. Selain itu, terdapat prosedur layanan yang diberikan Dinkominfo Banyumas khususnya pada bidang Aptika seperti pendaftaran sub domain, permohonan hak akses sub domain, serta pembangunan atau pengembangan aplikasi masih dilakukan secara manual melalui surat menyurat secara fisik. Prosedur layanan tersebut yang nantinya menjadi fokus dalam penelitian. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan sebuah perancangan enterprise architecture, salah satunya menggunakan metode TOGAF ADM 9.2. Perancangan enterprise architecture ini ditujukan untuk menyelaraskan strategi bisnis, strategi SI/TI, mengidentifikasi serta mengembangkan pola pengembangan layanan yang mendukung sistem kerja pemerintahan dengan memastikan integrasi penuh dan sentralisasi di Dinkominfo Banyumas. Penelitian ini menghasilkan dokumen blueprint yang berisi arsitektur bisnis, arsitektur kebutuhan aplikasi, arsitektur kebutuhan teknologi, prioritas dari rekomendasi yang diusulkan, serta analisis gap kondisi masa kini dan masa depan.
Kata kunci: Arsitektur, ADM, Enterprise, TOGAF