Kemajuan pesat dalam teknologi informasi telah mengubah banyak aspek kehidupan terutama dalam meningkatkan kinerja pelayanan publik yang berbasis pada good governance. Hadirnya e-government diharapkan dapat memperbaiki produktivitas dan efisiensi birokrasi serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Terciptanya konsep smart city ini mampu menciptakan good governance dan menumbuhkan kepuasan masyarakat terhadap layanan yang diberikan oleh pemerintah. Untuk mendukung smart city Jakarta maka diciptakannya aplikasi bernama JAKI atau singkatan dari Jakarta Kini. Tujuan diciptakannya aplikasi ini untuk mempermudah masyarakat dalam melakukan aktivitas di Jakarta. aplikasi JAKI sudah menyediakan layanan yang terbilang sudah memuat hampir semua informasi mengenai Jakarta dan disertakan pula layanan-layanan e-government, kenyataannya masih sedikit masyarakat Jakarta yang mengunduh aplikasi JAKI dikarenakan minimnya digital literasi masyarakat. Penelitian ini akan mengevaluasi penerimaan masyarakat terhadap penggunan aplikasi JAKI menggunakan variabel-variabel yang mendorong penggunaan teknologi berdasarkan teori Unified Theory of Acceptance and Use of Technology model 2 (UTAUT2). Data akan diolah menggunakan SEM-PLS. Hasil penelitian didapatkan bahwa facilitating condition serta hedonic motivation menjadi faktor yang signifikan dalam mempengaruhi penerimaan masyarakat terhadap penggunaan aplikasi JAKI. Sementara variabel moderasi tidak menjadi pengaruh antara variabel independent dan variabel behavioral intention.
Kata Kunci : Behavioral intention, Facilitating condition, Hedonic motivation, JAKI