Penelitian ini berfokus pada pengembangan arsitektur enterprise architecture untuk menyelaraskan strategi layanan kesehatan primer dan sekunder di Indonesia khususnya dalam konteks local kondisi kesehatan. Melalui penelitian ini mengusulkan model arsitektur kesehatan yang mengombinasikan TOGAF, HL7 FHIR, dengan menggunakan ArchiMate Framework untuk menyelaraskan tujuan dan fungsi organisasi dengan penerapan teknologi guna meningkatkan interoperabilitas dan efisiensi sistem informasi kesehatan. TOGAF digunakan sebagai kerangka kerja utama untuk mengelola arsitektur bisnis, data, aplikasi, dan teknologi, sementara HL7 FHIR memastikan standar pertukaran data kesehatan yang aman dan efektif. ArchiMate membantu memvisualisasikan elemen-elemen arsitektur, sehingga mempermudah pengelolaan kompleksitas. Model ini diharapkan meningkatkan kualitas layanan kesehatan, mendukung pengambilan keputusan, dan meningkatkan kepuasan serta keselamatan pasien.
Kata Kunci: TOGAF, HL7-FHIR, ArchiMate, arsitektur kesehatan, interoperabilitas.