Financial distress dapat diindikasikan dengan ketidakmampuan suatu perusahaan dalam memenuhi kewajiban-kewajibannya. Salah satu penyebab perusahaan mengalami financial distress adalah ketika pertumbuhan pendapatan pada suatu perusahaan tidak seimbang dengan total pengeluaran yang dikeluarkan perusahaan dan akhirnya berunjung perusahaan mengalami kesulitan keuangan yang dapat menyebabkan perusahaan bangkrut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh leverage, sales growth, dan manjerial agency cost terhadap financial distress pada perusahaan keluarga sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2015-2019. Teknik pemilihan sampel pada penelitian ini yaitu menggunakan purposive sampling dan diperoleh sampel dengan menggunakan kriteria yang ditetapkan oleh Price Waterhouse Cooper sebanyak 12 perusahaan keluarga pada sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan periode penelitian 5 tahun dengan total 60 sampel. Penelitian ini menggunakan data kuantitatif berupa laporan keuangan tahunan dan dalam pengujian hipotesis digunakan metode analisis regresi data panel. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa secara simultan leverage, sales growth, dan manjerial agency cost berpengaruh terhadap financial distress. Secara parsial, leverage dan manajerial agency cost berpengaruh signifikan dengan arah negative terhadap financial distress. Sedangkan sales growth tidak berpengaruh siginifikan terhadap financial distress. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti selanjutkan diharapkan menggunakan variabel lain yang diduga dapat mempengaruhi financial distress. Perusahaan disarankan untuk untuk menurunkan variabel leverage dan variabel manajerial agency cost sehingga perusahaan dapat terhindari dari kondisi financial distress. Investor diharapkan dapat berinvestasi pada emiten yang memiliki nilai variable leverage dan nilai variabel manajerial agency cost yang rendah.