Aplikasi kencan online Bumble telah menjadi salah satu platform yang banyak digunakan untuk mencari pasangan, teman, atau hobi yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh penggunaan aplikasi kencan online Bumble terhadap keterbukaan diri (self disclosure) di masyarakat Bandung. Semakin aktif pengguna berinteraksi melalui aplikasi ini, semakin besar kecenderungannya untuk berbagi informasi pribadi secara terbuka. Proses berbagi informasi ini memungkinkan terjadinya peningkatan kedekatan emosional antar pengguna, yang pada akhirnya mempercepat terjalinnya hubungan yang lebih intim dan berdampak pada keseriusan dalam hubungan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survei dan teknik non-probability sampling yaitu purposive sampling. kepada 100 responden pengguna aktif aplikasi Bumble di masyarakat Bandung. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur tingkat keterbukaan diri yang terbentuk melalui aplikasi Bumble. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi kencan online Bumble memiliki pengaruh yang signifikan positif terhadap keterbukaan diri (self disclosure). Hal ini berarti bahwa variabel aplikasi kencan online Bumble memberikan pengaruh sebesar 71,8% terhadap variabel keterbukaan diri (self disclosure), sedangkan sisanya sebesar 28,2% merupakan faktor yang tidak diteliti oleh peneliti pada penelitian ini.
Kata Kunci: Aplikasi kencan online, Bumble, Keterbukaan Diri, Pengaruh Aplikasi, Masyarakat Bandung.