22 April 2024 Oleh mzakyrakhmat Dilihat 3813 kali
Manfaat Ruang Terbuka Hijau di Lingkungan Universitas
Green Space atau disebut Ruang Terbuka Hijau (RTH) adalah area yang dapat berupa jalur panjang atau kelompok area terbuka yang ditanami tanaman secara alami atau buatan. Dalam perkembangannya, ruang terbuka hijau menjadi komponen integral dalam desain dan pembangunan perkotaan modern pada saat ini. Pengembangan RTH memiliki banyak dampak positif bagi kehidupan perkotaan tidak hanya terhadap kelestarian lingkungan, tetapi juga memiliki dampak yang signifikan pada kesehatan dan kesejahteraan psikologis masyarakat luas.
Ruang hijau memberikan peluang bagi rekreasi, interaksi sosial, dan relaksasi, yang semuanya penting untuk menciptakan keseimbangan mental di tengah hiruk-pikuk kehidupan perkotaan. Dalam konteks kesehatan mental, keberadaan ruang hijau telah terbukti secara konsisten mengurangi tingkat stres dan meningkatkan kohesi sosial di antara warga kota. Studi ilmiah menunjukkan bahwa akses terhadap alam dapat meningkatkan suasana hati dan mengurangi gejala depresi serta kecemasan.
Ruang Terbuka Hijau (RTH) juga memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas lingkungan tidak hanya pada area perkotaan saja, tetapi juga pada area Universitas. RTH pada lingkungan Universitas dapat berkontribusi secara aktif terhadap kesehatan serta kesejahteraan seluruh civitas akademika. Dengan adanya RTH di lingkungan Universitas, berbagai manfaat dapat dirasakan, mulai dari aspek lingkungan, kesehatan, pendidikan, hingga interaksi sosial.
Keberadaan ruang hijau juga memberikan dampak positif dalam mengatasi tantangan iklim modern, seperti polusi udara dan kenaikan suhu yang seringkali tidak terduga. Tanaman dan vegetasi yang tumbuh subur di ruang hijau membantu menyaring polusi udara dan menghasilkan oksigen yang penting bagi semua anggota komunitas akademik. Lebih dari itu, vegetasi juga menyerap panas, membantu menurunkan suhu udara di sekitar area universitas, mengurangi risiko dari gelombang panas yang dapat mengancam kesehatan civitas akademik. Dengan demikian, ruang hijau tidak hanya menjadi tempat rekreasi yang menyenangkan, tetapi juga merupakan infrastruktur penting dalam menjaga kesehatan lingkungan di Universitas.
Dalam rangka mendukung kegiatan pemelajaran seluruh civitas akademika, RTH dapat menjadi salah satu solusi efektif, manfaat RTH di universitas antara lain:
Penting untuk diingat bahwa manfaat dari ruang hijau tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga psikologis. Dengan menjadi tempat untuk melepaskan diri dari tekanan keseharian, ruang hijau memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk rehat sejenak dengan berbagai kegiatan perkuliahan yang membuat stress. Ruang hijau juga hadir untuk dapat menyegarkan pikiran dan meningkatkan kreativitas. Interaksi sosial antar mahasiswa yang terjadi di ruang hijau juga berperan penting dalam membentuk hubungan komunitas yang kuat dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.
Namun, untuk memaksimalkan manfaat dari ruang hijau, beberapa faktor perlu dipertimbangkan oleh seluruh civitas akademika.
Dengan demikian, ruang hijau bukan hanya merupakan elemen tambahan dalam lanskap suatu Universitas, RTH dapat menjadi pendukung dalam menciptakan lingkungan Universitas yang sehat dan berkelanjutan.
Keberadaan ruang terbuka hijau di suatu universitas, selain bermanfaat untuk mendukung poses belajar mengajar, juga menjadi salah satu kriteria dalam penilaian pemeringkatan kampus hijau dan berkelanjutan yang diselenggarakan oleh Universitas Indonesia. Program ini diselenggarakan untuk mengetahui usaha penghijauan dan berkelanjutan dari setiap kampus di Indonesia dan dunia yang dikenal dengan nama UI Green Metric World University Rangkings (UIGM).
Pada tahun 2023, Telkom University dinobatkan menjadi Universitas Swasta Terbaik di Indonesia yang menempati rangking pertama Versi UI Green Metric, sedangkan rangking seluruh kampus di Indonesia, Tel-U menempati peringkat 11 dan peringkat ke 95 di dunia.
Investasi dalam pembangunan dan pemeliharaan RTH tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek dalam hal kesehatan dan kesejahteraan para civitas akademika saja, tetapi juga memberikan kontribusi yang berkelanjutan terhadap kualitas kegiatan pembelajaran di lingkungann Universitas. Oleh karena itu, penting bagi seluruh civitas akademika baik itu Mahasiswa, Dosen maupun Pegawai untuk bersama - sama dalam memastikan bahwa ruang hijau yang berkualitas dan menjaga ruang hijau yang sudah tersedia.
Penulis: Muhammad Zaky Rakhmat | Editor:Irma Sari R | Ilustrasi : Freepik.com
Referensi
Delgado-Serrano, M. M., Melichová, K., Mac Fadden, I., & Cruz-Piedrahita, C. (2024). Perception of green spaces’ role in enhancing mental health and mental well-being in small and medium-sized cities. Land Use Policy, 139. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2024.107087
Hipp, J. A., Gulwadi, G. B., Alves, S., & Sequeira, S. (2016). The Relationship Between Perceived Greenness and Perceived Restorativeness of University Campuses and Student-Reported Quality of Life. Environment and Behavior, 48(10), 1292–1308. https://doi.org/10.1177/0013916515598200
07/05/2026 The Art of Saying No: Protecting Your Time and Energy as a Young Adult
05/05/2026 TA Exposure - IoT Based Water Contol System at Bandung City View I Residential
30/04/2026 Telkom University Resmikan Aussie Banget Corner, Hadirkan Ruang Kolaborasi Global di Open Library
28/04/2026 Fomo di Kalangan Mahasiswa: Takut Ketinggalan atau Cuma Ikut-ikutan?
23/04/2026 Book Review - Nyi Sadikem: Sebuah Novel
21/04/2026 TA Exposure - Wearable Anteena untuk Deteksi Pernapasan
15/04/2026 Bagaimana Perempuan dalam membentuk masa depan kepemimpinan di era modern dan digitalisasi sekarang?
13/04/2026 Telkom University Open Library Gelar Workshop Penulisan Novel untuk Pemenang Novel-U 2025